The Corporate Culture Of The New York Yankees In The Postwar Dynasty

The Corporate Culture Of The New York Yankees In The Postwar Dynasty

CultureKata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai not sure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.

Dalam penelitian Chapdelaine (2004) ini ternyata tidak ditemukan hubungan langsung antara besarya perbedaan budaya dengan culture shock yang dialami individu. Penelitian ini juga tidak menemukan hubungan antara besarnya paparan terhadap budaya yang berbeda di masa lalu dengan culture shock yang dialami oleh individu. Kedua hal ini mungkin mengindikasikan bahwa yang menjadi hal penting untuk menghindari culture shock adalah kemampuan individu untuk menyesuaikan diri, dan belajar dari budaya-budaya baru yang pernah dimasukinya. Meskipun budaya begitu berbeda, ataupun minimnya paparan terhadap budaya yang berbeda sebelumnya, tapi dengan kemauan untuk belajar, maka memungkinkan individu tadi untuk menyikapi dengan baik keberbedaan yang ada dan membantu individu untuk mengatasi culture shock.

Adler (1975) mengelaborasi konsep ini seperti dikembangkan dalam Furnham dan Bochner (1986), bahwa pertama-tama individu mengalami perasaan terisolasi dari kulturnya yang lama. Dan proses disintegrasi terjadi saat individu semakin sadar adanya berbagai perbedaan antara kultur lama dan kultur baru yang diikuti dengan penolakan terhadap kultur baru. Namun demikian, hal ini akan diikuti oleh integrasi dari kultur baru dan saat ia mulai menguasai bahasa setempat, ia semakin mampu menegosiasikan kebutuhannya sehingga tumbuh perasaan otonomi dalam dirinya. Dan akhirnya ia mencapai tahap kemandirian, dimana ia mampu menciptakan makna dari berbagai situasinya, dan perbedaan yang ada akhirnya bisa dinikmati dan diterima.

Dalam konteks budaya populer ini, salah satu varian konsep yang berhasil dikembangkan adalah McDonalization. Istilah McDonalization dipopulerkan oleh George Ritzer tahun 1993 lewat tulisannya The McDonalization of Society. Ritzer mendefinisikan McDonalization sebagai. the process by which the ideas of the fast-food restaurant are coming to dominate an increasing number of sectors of American society in addition to of the remainder of the world.” Fenomena McDonalization tidak hanya berlangsung di Amerika Serikat, melainkan juga di seluruh belahan dunia lain dalam mana beroperasi franchise-franchise McDonald, Pizza Hut, Hoka-hoka Bento, dan sejenisnya, termasuk Indonesia.

Danang Pamungkas adalah penari dan koreografer asal Surakarta. Belajar tari secara formal di Institut Seni Indonesia, Surakarta, selain di keraton Mangkunegaran. Ia pernah terlibat dalam pementasan beberapa karya Sardono W. Kusumo, Ki Slamet Gundono, dan Sen Hea Ha. Karya kolaborasi yang pernah dibuatnya adalah Spring in Solo dengan Pappa Tarahumara Dance Theater asal Jepang, Monteverdi’s Orfeo dengan English National Opera, London, serta The Coronation of Poppea dengan Shubert Theater, Boston dan English National Opera, London. Danang adalah seorang koreografer kontemporer yang tergolong produktif; saat ini ia masih tergabung dalam Cloud Gate Dance Theater of Taiwan.