Bidadari Kecil #1

https://www.littleangel-usa.com/v/vspfiles/photos/homepage/1444951905155.jpg

Kau bukanlah mawar merah yang berduri

Kau juga bukan putihnya melati

Tapi keharumanmu tak ‘kan hilang disini

Bersama bunga dan tiap angin surgawi

Diindahnya taman kehidupan duniawi

Tak ‘kan pernah lelah ‘tuk slalu menanti

Senyum manismu yang slalu dihati

Wahai bidadari kecilku yang slalu sendiri

 

Jika malam, bulan dan bintang datang menyapamu

Jangan takut dan ragu akan kedatanganya setiap waktu

Karena hadirnya bersama bunga-bunga mimpi dan cintaku

Tutuplah mata dan jangan teteskan air mata rindu

Panjatkan syukur dan doa atas semua karunia itu

Mimpi indah dan tersenyumlah bahagia dalam kalbu

Karena Tuhan dan malaikatNya slalu menjagamu

Bidadari kecil yang terlelap dalam tidur bertutup kelambu

 

 

Wahai bidadari kecilku yang slalu terlelap sendiri disana

Cepatlah besar dan dewasa

Seiring bertambahnya usia

Jadilah bidadari yang berbakti pada orang tua

Jadilah bidadari yang taat pada Agama

Jadilah bidadari yang berjuang untuk bangsa dan Negara

Jadilah bidadari yang hidup penuh dengan ketulusan …

Enam Belas Bulan

https://1.bp.blogspot.com/-0VWBRQjaoCY/Wn08gdUc0ZI/AAAAAAAAAU4/BM6E4Ox2J3obn07Yv_dRptgIBbdDYbjPACLcBGAs/s1600/DSC_0584.JPG

enam belas bulan
ku hanya bisa terpejam
menatap malam
menggapai angan
memimpikan datangnya bulan

termenung
melamun
melambaikan tangan
memalingkan pikiran

hujan deras membasahi tanah
bersorak se isi dunia
mengabarkan pesan-pesan
pesan dari hati terdalam
untuk kekasih yg tak kunjung datang
mata pun terpejam
muka menjadi muram
merindukan hati yang telah lama hilang
senja berganti malam
perpisahan merubah kenyataan

kisah rindu belum terhenti
hingga hari-hari pun ikut sedih
ku berdoa keada pemilik Negri
agar dapat bertemu kembali
denganya yang telah mengisi hati
walau hanya sebatas senja menerangi
dan ku yakin tak kan berganti
meski jarak dan waktu saling menutupi
memisahkan hati yang melamun sendiri

enambelas bulan ku lalui
sebuah perjalanan yang belum bertepi
membasuh puing-puing yang lama terpejam
membersihkan garis-garis kehidupan
melaksanakan kewajiban
mentaati perintah atasan

empat februari empat belas
ku berdiri ditepi batas
batas hati yang tak terbatas
tak bersekat dan tak dapat kandas
pertemuan anak sungai yang menyatu
ku …

Little Star

Little Star

Early morning
The sky soar
The Night disappears
The Dawn reverberated

Moon
My night fell silent
Paint a star
Caressing the ocean

Asleep on the black ground
I stood beside the rainforest
I stared with the night breeze
I fell silent among the paintings
I was silent between the writings
I stand among the clusters of stars
I am with the power of the owner of beauty

Guide my hands
To immortalize you
With paintings
With writing
And with mouth
Through simplicity
Speech one sentence
Interpreting stanzas implied

Molore, Southeast Sulawesi. 290313
Posted by Aru Jayawardhana at 5:57 PM Wednesday, March 19, 2014
Labels: Poetry, Rhymes, Poetry

====================================================================================

Bintang kecil

Pagi menjelang
Langit menjulang
Malam menghilang
Shubuh berkumandang

Rembulan
Malam ku terdiam
Melukis bintang
Membelai lautan

Terlelap ditanah hitam
ku berdiri disisi hutan hujan
ku menatap bersama angin malam
ku terdiam diantara lukisan-lukisan
ku membisu diantara tulisan-tulisan
ku …

space (angkasa raya)

space


Friends. . .
When the world no longer laughs and becomes hell
Do not think of this as grief
Because the sun still looks bright
Pursue and do not be a loser
Although the road is getting bleak and unruly
Step forward with the spirit of the struggle
Although the tears of blood has stalled
There is still one life in one body ready to die
Dying to fight for our lost world
Deprived by oppressors who claim to be fighters

Comrade. . .
Hear the wind and the sun
Did they ever say tired of trying to blow and shine?
Illuminates the beauty of our lives that must be fought for
Crawling, standing, walking and running for a victory
In a world that is no longer in balance
Among the glorified oppressors and the smaller ones disappear
As if the world were created for the rioters of justice

Lamp of Death


This darkness arrived without any interest
Comes at 300,000 km / sec
Close your eyes and fingers are tapering
In a meaning wrapped in a beautiful story

The air in the cramped space is adorned
Forced to stop a wish
Closing and shackling the mind
For a while on another occasion
Wet the sweat and upset in every journey

Will the hands, eyes, mind be silent here
After the body is not protected the heavenly winds
Anesthetized the sting of the sunlight
Accompanied by great hearted dances
The beauty of the lights keeps on dying
Here. . .
In a narrow space of footwear and PC

TSA-Jkt, Tuesday, 12: 51-170309
Posted by Aru Jayawardhana at 12:40 AM Wednesday, February 17, 2010
Labels: Poetry, Rhymes

====================================================================================

Lamp of Death

Kegelapan ini tiba tanpa ada yang menarik
Datang dengan kecepatan 300.000 km/detik
Memejamkan mata dan jari jemari yang lentik
Dalam sebuah makna …